Ecoprint (Cara Membuat, Jenis Daun, Bahan, dan Alat yang Digunakan)

Ecoprint adalah sebuah teknik pengolahan kain dengan menggunakan bahan alami seperti daun, kulit kayu, akar, batang untuk membuat motif pada kain atau media yang kita inginkan. Untuk media cetak, tidak hanya kain, namun juga bisa berupa kulit, kertas, maupun permukaan yang memungkinkan lainnya.

Ada 2 teknik dalam pembuatan ecoprint, yaitu :

  1. Teknik pounding (pukul)

Teknik pounding ini adalah salah satu metode sederhana dari ecoprint. Caranya adalah dengan meletakkan daun di atas media kain, kemudian daun tersebut dipukul secara perlahan-lahan dan merata sehingga zat warna dari daun menempel pada media kain yang kita inginkan.

  1. Teknik Steaming (kukus)

Teknik steaming ini dilakukan dengan cara contact-printing dimana media kain di-press dengan bahan ecoprint kemudian dikukus dengan tujuan mengeluarkan zat warna pada daun yang akan kita cetak pada kain. Pada pelatihan bimtek ecoprint ini, kita akan memfokuskan pada Teknik steaming / kukus.

Bahan-bahan yang Dibutuhkan

  • Daun jati
  • Daun jarak
  • Daun lanang
  • Kain (kain yang bisa digunakan sebaiknya yang mempunyai serat katun yaitu kain katun, rayon, sutra, mori, atau kaos)
  • Soda abu
  • Tawas bubuk
  • TRO
  • Kapur
  • Cuka biang
  • Tunjung
  • Plastik roll

Jenis daun ecoprint yang dapat digunakan selain daun yang disebutkan di atas adalah daun talok, daun jambu, dan lainnya. Daun yang digunakan adalah daun yang masih muda karena masih memiliki zat warna yang relatif banyak, dibandngkan daun tua yang zat warnanya sudah mulai habis.

Daun yang tidak bisa digunakan adalah daun yang terlalu kaku atau daun yang terlalu lemas misalnya daun sayuran kangkung, bayam, dan lain sebagainya.

Bahan-bahan seperti soda abu, tawas bubuk, TRO, kapur, cuka biang, dan tunjung bisa Anda dapatkan di toko penyedia bahan batik, toko kimia, dan beberapa toko besi yang menyediakan.

Alat-alat yang Dibutuhkan

  • Dandang besar
  • Panci
  • Kompor
  • Ember
  • Tali kenur / raffia
  • Pipa pvc ukuran 1” (bisa diganti dengan gagang sapu, atau yang lain)

Cara Membuat Ecoprint (Tahapan dalam membuat ecoprint)

1. Proses Mordanting

Proses mordanting bertujuan untuk membuang zat yang masih menempel pada kain sisa hasil produksi pabrik. Selain itu, proses ini bertujuan agar kain menjadi lemas dan membuka pori-pori kain sehingga dapat menguatkan warna daun yang tercetak pada media kain.

Proses mordanting dibagi menjadi tiga tahap, yaitu :

   a. Proses Pre-mordanting

Siapkan panci kemudian isi dengan air sekitar 4 liter kemudian tambahkan dengan 1 sdm soda abu. Takaran tersebut digunakan untuk 1-2 meter kain. Selanjutnya siapkan kompor lalu rebus air yang telah dicampur dengan soda abu hingga medidih, kemudian masukkan kain. Rebus selama kurang lebih 1 jam kemudian diamkan hingga dingin.

   b. Proses Mordanting

Siapkan ember kemudian isi dengan 2 liter air. Masukkan 150 gram tawas bubuk, 20 gram TRO, dan 1 sdm cuka biang ke dalam air. Aduk hingga rata. Takaran tersebut digunakan untuk 1-2 meter kain. Silakan sesuaikan dengan ukuran bahan kain yang Anda gunakan.

Masukkan kain ke dalam larutan tersebut lalu direndam hingga selama 1-2 jam. Setelah itu kain di peras dan ditiriskan.

   c. Proses Post-mordanting

Siapkan ember kemudian isi dengan 4 liter air. Masukkan ½ sdm tunjung lalu aduk hingga rata. Takaran tersebut digunakan untuk 1-2 meter kain. Rendam kain selama kurang lebih 5 menit. Setelah itu kain diperas dan tiriskan.

2. Proses Penyusunan Daun dan Penggulungan

Setelah kain diproses post-mordanting dan masih dalam keadaan sedikit basah, susun daun jati, daun jarak, daun lanang, dan daun lainnya ke atas permukaan media kain. Silakan susun sesuai selera, tidak ada patokan baku dalam penyusunan daun ecoprint. Anda bebas berkreasi sekreatif mungkin. Yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya tidak ada daun yang menggulung karena dapat mengakibatkan pencetakan ecoprint menjadi tidak sempurna.

Setelah daun tertata pada media kain, selanjutnya tutup kain dengan plastik roll dan lipat seukuran panjang pipa. Pastikan semua permukaan kain sudah tertutup dengan plastik, jika tidak maka warna daun dapat melebar kemana-mana sehingga motif yang kita inginkan menjadi tidak terbentuk.

Gulung kain yang telah dilapisi dengan plastik menggunakan bantuan pipa. Gulung dengan perlahan dan kuat sehingga didapatkan gulungan yang kuat dan rapat untuk meminimalisir terjadinya kebocoran. Setelah itu gulungan diikat dengan tali dengan kuat pula.

3. Proses Steaming (Pengukusan)

Proses ini adalah inti dari proses ecoprint metode steaming, dimana warna daun akan tercetak pada media kain yang diinginkan. Caranya adalah siapkan dandang besar dan kompor kemudian  tuang air dalam dandang cukup banyak karena gulungan kain ecoprint akan dikukus selama 2-2,5 jam.  Setelah selesai dikukus, gulungan kain dapat dibuka dan dibentangkan supaya teroksidasi dengan udara. Diamkan hingga kering dan kain pun siap untuk tahap selanjutnya yaitu fiksasi.

4. Proses Fiksasi

Fiksasi adalah proses penguncian warna alami ke dalam serat kain. Untuk bahan utama fiksasi, Anda dapat memilih diantara bahan-bahan berikut :

  • Tawas
  • Tunjung
  • Kapur

Silakan pilih salah satu dari bahan di atas. Untuk takarannya adalah 4 liter air dicampur dengan 20 gram dari salah satu bahan di atas. Larutan fiksasi tersebut digunakan untuk 1-2 meter kain.

Celupkan kain ke dalam larutan tersebut sambil diremas-remas dan rendam selama 5 menit. Setelah itu angkat dan bilas dengan air bersih dan kain siap untuk dikeringkan. Setelah kering, kain ecoprint sudah jadi dan siap untuk dilakukan proses produksi selanjutnya.

 

Thanks to @kaine_ecofabric

Leave a Reply

Your email address will not be published.